Hayya Thabur

Assalamualaikum guys, apa kabar? Pasti baik donk. Nah kali ini saya akan menunjukkan beberapa fenomena yang sering terjadi di lingkungan OEDEY tercinta ini… tanpa memperpanjang mukadimah lanjut aja kali ya!

Hembusan angin yang lembut menambah kekhusukan hamba Allah yang beribadah, mendamaikan hati, setelah memantapkan hati dihadapannya tiba-tiba…

“Prok…prok…prok”, pertanda bahwa santriwati bisa segera keluar dari koah dan menyerbu restoran oedey (mathbakh oedey)

Para santriwati langsung mengambil langkah seribu. Mungkin bukan hanya seribu tapi 1 juta… (he… he…). Begitulah semangat santriwati saat jam makan siang tiba.Tak perlu menunggu lama gerbang aula langsung dibanjiri para santriwati yang tak sabar menyantap menu makan siang hari ini.

”Imamati…” Pekik beberapa santriwati yang mukenahnya tersangkut diantara santriwati yang lain.

“Rijli…”teriak seorang lagi yang kakinya terinjak oleh yang lain

“Na’li…”tak mau kalah, seseorang teriak lebih nyaring layaknya terjadi banjir besar… (he… he…)

Tak hanya sampai disitu,mereka akan terus berlari menuju…mathbakh odey. Dengan berbagai rintangan yang menghadang mereka, mulai dari jatuh tersungkur, sandal putus, piring jatuh, cangkir jatuh, akan tetapi mereka tetap semangat…

Akhirnya mereka tiba di dapur oedey.dengan raut masam semasam asam sunti mereka tetap thabur dengan tertib,walaupun ada beberapa yang menyelip barisan.

“Oy…ila wara’ “  teriak seseorang dari arah depan.

“Na’amlah….jadid ta’ti qad ila amam” timpal seorang lagi dengan ketus.

“Ila waraq…ila waraq” teriak beberapa orang lagi.

Karena merasa dibully dia (orang yang tidak thabur) langsung merasa malu dan ikut thabur di belakang.Thabur berlangsung rapi serapi tentara berbaris.

Iya,teman-teman begitulah fenomena yang terjadi disekitaran mathbakh odey, yang mana thabur memang dibiasakan didalam lingkungan pesantren.Bagi teman-teman,tetap menjadi pembaca budiman oke! kita bakal lanjut ke kantin oedey dengan nama lebih keren ”kafe oedey”

Gimana sih thabur di kantin oedey?daripada penasaran mending lanjut aja kali ya!

Suasana riauh, itulah ciri khas dari kafeoedey tercinta.

Dengan bermacam-macam suara, ngebas, melengking, serak-serak basah, ngerock semua ada deh… (ini sih udah kayak kontes nyanyi aja …he…he) kita dengar aja kali ya!

 “Ishbir…ishbir…yadi faqad isnain” seru penjaga kantin dengan tangan yang sibuk pesanan dari para santri.

“Ukhti…ana nutrisari wahid…” seseorang santri meneriaki pesanannya.

 “la… ukhti ana walan..ana zee” balas seoarang lagi dari sebelah kanan.

 “Ukhti… ana mie sedap!” tambah lagi keributan di kafe oedey.

 “Na’am…araftu…ishbir…ishbir…”,teriak penjaga kantin yang telah habis kesabaran (sabar ukhti! Sabar…he…he).

Nah,teman-teman beginilah fenomena thabur di kafe oedey,harus banyak-banyak sabar kalau di kantin oedey,kalau gak sabar bisa-bisa  kantin bakalan hancur…(he…he…)

Gimana?apa kita lanjut lagi ke fenomena-fenomena selanjutnya?lanjut aja ya…nah guys kali ini kita akan menyaksikan gimana sih thabur di kamar mandi? oke, kamar mandi yang akan masuk fenomena adalah…hamam…shagir. Hamam shagir adalah kamar mandi yang berupa petak-petak kecil yang disediakan untuk mandi dan  untuk satu orang (jangan bedua atau bertiga ..enggak muat guys!).

Handuk yang menggantung di pundak kiri,dengan sabun dab kawan-kawan ditangan sebelah kanan, para santri wati siap menyerbu hammam shagir…

 “Tok…tok…tok” suara pintu yang diketuk oleh tangan seseorang. yaiyalah…gak mungkin kan diketuk sama kaki(he…he…)

 “Na’am maza?”suara dari kamar mandi

 “Ba’dakum ana?”Tanya seseorang dari luar.

 “Ba’di kasirun jiddan” jawabnya lumayan ketus.

 “la baksa…al muhim ana ba’daki”,tak mau kalah,seseorang yang berada di luar menimpali dengan lebih ketus.

Ya begitulah teman-teman, beberapa fenomena yang mengasyikkan dari thabur ini….apa sih thabur? kok dari tadi ngomongin thabur terus, tapi gak tau artinya. Malu deh….

 Thabur adalah tatapan buram (bukan…bukan…,salah tekhnik nie) thabur adalah kosakata bahasa arab yang artinya mengantri atau antrean. Guys, thabur dapat melatih kesabaran kita lho… Maka jangan malas-malas ya… Buat thabur. Tenang… semua pasti dapat giliran.

*Narator: Indah Annisa
*Editor Parisha