KUNJUNGAN WALI KE PESANTREN PASCA CORONA

            OEMAR DIYAN- Gugus tugas Oemar Diyan memberlakukan metode baru terhadap perkunjungan wali santri, atas pencegahan penyebaran covid-19. Teruntuk para wali santri dari santriwan yang ingin berjumpa dengan anaknya, dapat berjumpa di pintu gerbang utama didampingi oleh ustad pengurus. Dan untuk wali dari santriwati dapat berjumpa di pintu gerbang lama yang berada di arah Timur dengan didampingi oleh ustazah pengurus. Terdapat pembatas antara santri dengan wali, sehingga tidak leluasa bertemu dan dapat terkontrol dengan baik. Diberikan waktu 10 menit untuk bertemu antara santri dengan wali.

            Hari-hari yang diperbolehkan untuk berkunjung yaitu, selasa dimulai dari sore jam  16.30 – 18.00, jumat dari siang jam 14.30 – 18.00, dan minggu dari siang 14.30 – 18.00. syarat untuk bertemu antara wali dengan santri, wali harus terlebih dahulu melapor kepada walikelas atau ustad/ustadzah bagian pengasuhan sehari sebelum perkunjungan, sertakan hari apa yang akan dikunjungi, dan santri akan dipanggil oleh ustadzah pengurus untuk menjumpai orang tua pada hari yang dimaksud. Batas kuota santri yang melapor setiap harinya adalah 50 santri.

            Teruntuk wali santri yang belum melapor untuk bertemu anaknya dengan ustadz/ustadzah pengurus, maka tidak diizinkan untuk bertemu dengan santri. Hal ini dilakukan, agar terkontrol dan berjalannya salah satu peraturan pesantren ‘’diizinkan berjumpa dengan wali santri sekali dalam 2 minggu ‘’. Apabila mendadak, wali dapat  menelepon ustadz/ustadzah bag. Pengasuhan agar anaknya dapat dibawa ke gerbang untuk bertemu atau dijemput pulang.

            ‘’hal ini dilakukan untuk memutus tali rantai penyebaran covid-19 selama masa pandemik berlangsung ’’ ujar Ustadzah Mawaddah selaku ketua Bag. Pengasuhan santriwati. Menurut majelis guru Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, cara ini juga dapat mengkoordinir lingkungan pesantren, sehingga pesantren jadi lebih bersih dan asri. Diperkirakan cara ini akan terus dipakai sampai masa pandemi covid-19 benar-benar berakhir.

            ‘’cara ini membuat sedikit waktu berjumpa, tidak bisa leluasa bercerita, juga susahnya cara melapor untuk bertemu dengan orangtua’’. Ujar Zuhra Arsyi Rabbani, salah satu santriwati kelas 6.

                                                                                                               Salam redaksi, Safira B J