Amaliyah Tadris Kembali Diadakan Bagi Santri Akhir Oemar Diyan

Amaliyah Tadris adalah program praktek mengajar bagi santri akhir yang merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Kegiatan latihan mengajar ini dibimbing langsung oleh guru-guru yang ahli pada bidangnya. Praktek ini hampir sama dengan mikro teaching yang dilakukan oleh mahasiswa pada um­­umnya.

“Proses mengajar harus dilatih serta dipraktekkan oleh santri akhir Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Kegiatan ini sangat penting guna melatih mental santri dalam menyampaikan suatu materi kepada khalayak ramai. Dengan kegiatan ini diharapkan juga dapat melahirkan calon-calon guru yang berkarakter serta berwibawa pada masa yang akan datang.” ungkap ustad Yermijal selaku salah satu pembimbing Amaliyah Tadris.

Sebelum mengajar, santri yang mengikuti Amaliyah Tadris akan dibekali pengetahuan tentang dunia pengajaran. Materi yang diberikan diantaranya adalah penjelasan orientasi kegiatan micro teaching, penjelasan tentang metodologi mengajar, karakter yang harus dimiliki oleh seorang guru pada umumnya, penjelasan tentang langkah-langkah mengajar dan penjelasan tentang pembuatan materi sebelum mengajar.

Pembekalan Amaliyah Tadris dilakukan selama 4 hari dimulai dari tanggal 19 Desember sampai dengan 22 Desember 2021. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan materi untuk mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang di ambil. 08 Januari dilanjutkan dengan praktek langsung mengajar di kelas. Semua santriwan maupun santriwati akhir berpartisipasi untuk menampilkan praktek mengajar mereka kepada adik-adik kelasnya. Kegiatan Amaliyah Tadris ini akan berlangsung selama seminggu hingga tanggal 14 Januari 2022.

“Banyak tahapan dan rintangan yang harus dihadapi, Tujuan dari program ini yaitu untuk mengasah keterampilan calon pendidik dalam mengajar. Sehingga fungsi utama dari pelatihan ini tentu untuk meningkatkan kompetensi para calon pendidik agar bisa mengajar dan menjadi generasi pendidik – pendidik Aceh yang baik di kemudian hari.” Ungkap pimpinan Oemar Diyan, Ustad M. Yamin Ma’shum dalam pengantarnya.

Penulis: Muhammad Arifin