Info Sekolah
Thu, 22 Feb 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
12 Dec 2022

Pembukaan Ujian Tahriri, Ust Afrizal Sofyan “Luruskan Niat Dalam Setiap Amal Ibadah Yang Kita Lakukan”

Mon, 12 Dec 2022 Kategori : Kegiatan

Penulis dan Editor, Parisha
Photografer, Raif Al Ghifari

Seluruh santri dan pengurus Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan berkumpul di depan gedung turkey untuk melaksanakan apel pembukaan ujian tahriri, Krueng Lamkareung, Indrapuri. Senin, (12/12/2022).

Apel ujian tahriri yang dibuka oleh MC Raudhatuz Zahra berlangsung dengan baik dan lancar. Seluruh santri dan pengurus Oemar Diyan sangat antusias menyambut pembukaan ujian tahriri. Pembukaan ujian tahriri dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Abdurrakib.

Ujian Tahriri adalah Ujian tulis yang meliputi mata pelajaran dayah dan mata pelajaran umum. Ini merupakan kategori ujian terakhir santri-santri Oemar Diyan setelah beberapa minggu kemarin mengikuti ujian syafahi/lisan. Ujian tahriri berlangsung pada Minggu, (11/12/2022) s/d Kamis, (22/12/2022).

Dalam pembukaan tersebut, Ust. Afrizal Sofyan., S.P.d memberikan beberapa nasehat serta motivasi kepada santri-santri Oemar Diyan. Ia menyampaikan bahwa ujian merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menguji kemampuan santri-santri Oemar Diyan selama proses ngajar mengajar berlangsung. Artinya apa yang telah dicapai akan dibuktikan dalam ujian.

“Ujian bukanlah hal yang harus ditakutkan, apa yang telah kita belajar maka itulah yang akan diuji. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan sabar, tidak terburu-buru. Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan.”  

Ust Afrizal menceritakan satu kisah dalam pidatonya, yaitu tentang orang yanng berjihad, berilmu, dan bersedakah namun masuk neraka. Sesungguhnya orang pertama yang akan diputuskan pada hari kiamat kelak adalah seorang yang mati syahid, lalu orang yang belajar ilmu agama, dan orang yang diluaskan rezekinya dan diberi oleh Allah berbagai kekayaan.

Mereka semua dihadapkan kepada Allah dan diingatkan kepadanya akan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, dan hal itu diakuinya. Kemudian ditanya oleh Allah, ”Lalu, apakah amalanmu dalam nikmat itu?” Jawab orang yang mati syahid ”Aku telah berperang untuk-Mu hingga mati syahid.” Kemudian orang yang berilmu menjawab ”Aku telah belajar ilmu untuk-Mu dan mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk-Mu.” Dan orang yang sering sedekah menjawab ”Tiada suatu jalan pun yang Engkau perintahkan mendermakan harta di dalamnya, melainkan telah saya dermakan harta di dalamnya untuk-Mu.”

Maka Allah berfirman: ”Dusta kamu orang yang mati syahid, kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.”. ”Dusta engkau wahai orang berilmu, engkau belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari”. ”Dusta engkau, wahai orang yang bersedekah, engkau mendermakan harta itu agar disebut dermawan.” Lalu orang-orang ini diseret oleh malaikat dan diperintahkan untuk dilempar ke dalam neraka.

Ust Afrizal ingin menyampaikan kepada santri-santri Oemar Diyan bahwa Hadits ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan. Jangan sampai, justru pahalanya sirna karena niat kita yang tidak lurus. Begitupun dengan ujian yang akan kita hadapi ini.

Apel pembukaan ujian tahriri ditutup dengan pembacaan do’a oleh Gufran Yusfid Hamara dan pengumuman terkait tata tertib yang harus dipatuhi oleh santri-santri Oemar Diyan selama ujian berlangsung oleh bagian pengajaran.

TATA TERTIB UJIAN

  1. Peserta ujian memakai pakaian seragam resmi sesuai hari yang ditentukan ketika mengikuti ujian, peserta yang melanggar akan dikeluarkan dari ruangan.
  2. Peserta ujian memasuki ruangan 10 menit sebelum ujian dimulai, peserta yang terlambat akan diberi hukuman atau tidak diizinkan memasuki ruang ujian.
  3. Peserta ujian tidak dibenarkan meninggalkan ruang ujian sebelum berakhirnya waktu ujian.
  4. Peserta ujian hanya diizinkan memasukkan alat tulis ke dalam ruang ujian.
  5. Peserta ujian mengisi idenditas diri pada lembar jawaban.
  6. Peserta ujian tidak diizinkan mencoret-coret lembar soal.
  7. Peserta Ujian tidak diperbolehkan membawa keluar lembar soal.
  8. Peserta ujian mengisi daftar hadir yang disediakan.
  9. Peserta ujian tidak diperkenankan meninggalkan ruangan selama ujian berlangsung.
  10. Selama ujian berlangsung peserta dilarang:
    • Berbuat curang
    • Menyontek
    • Menanyakan jawaban kepada orang lain
    • Bekerjasama dengan peserta lain
    • Meminta atau memberi bantuan dalam menjawab soal
  11. Peserta yang berbuat curang dalam bentuk kecurangan apapun akan diberi hukuman dan dikeluarkan dari ruang ujian.
  12. Peserta ujian menjaga ketertiban dan kebersihan ruang ujian.

No Comments

Tinggalkan Komentar

 

Komentar Terbaru

    Temukan Kami

    Alamat
    Desa Krueng Lamkareung, Kec. Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

    Jam Buka
    Senin—Minggu: 09:00–17:00